Monday, 1 September 2014
Saturday, 30 August 2014
Monday, 11 August 2014
Monday, 14 July 2014
PENGUMUMAN LOMBA GENTA 2014
Assalammualaykum wr.wb
Perhatian untuk kepada seluruh peserta lomba Genta 2014, kami mengumumkan bahwa lomba Genta 2014 kali ini hanya mengadakan lomba Paper Mahasiswa sedangkan perlombaan LKTI Siswa belum dapat kami laksanakan tahun ini.
Untuk memudahkan pendataan, bagi seluruh peserta lomba kami harapkan dapat mengirimkan sms pendaftaran dengan format :
nama ketua kelompok_universitas_no.hp kirim ke 085758473958 (eka)
paling lambat sampai tanggal 31 agustus 2014
Setiap karya yang dikirim dikenakan biaya yang telah ditentukan oleh panitia, dan dikirim ke rekening :
0595 01 019286 50 7 a.n winda hidayati lubis
selanjutnya, peserta yang telah mengirimkan karya dan telah membayar HARUS melakukan konfirmasi sesuai format yang telah ditentukan oleh panitia.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Panitia Genta 2014
Perhatian untuk kepada seluruh peserta lomba Genta 2014, kami mengumumkan bahwa lomba Genta 2014 kali ini hanya mengadakan lomba Paper Mahasiswa sedangkan perlombaan LKTI Siswa belum dapat kami laksanakan tahun ini.
Untuk memudahkan pendataan, bagi seluruh peserta lomba kami harapkan dapat mengirimkan sms pendaftaran dengan format :
nama ketua kelompok_universitas_no.hp kirim ke 085758473958 (eka)
paling lambat sampai tanggal 31 agustus 2014
Setiap karya yang dikirim dikenakan biaya yang telah ditentukan oleh panitia, dan dikirim ke rekening :
0595 01 019286 50 7 a.n winda hidayati lubis
selanjutnya, peserta yang telah mengirimkan karya dan telah membayar HARUS melakukan konfirmasi sesuai format yang telah ditentukan oleh panitia.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Panitia Genta 2014
Saturday, 5 July 2014
Friday, 27 September 2013
Susunan Acara Generasi Nasional Pertanian 2013
SUSUNAN ACARA KEGIATAN
GENERASI NASIONAL PERTANIAN (GENTA) 2013
BADAN EKSEKUTIF KELUARGA MAHASISWA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
(27-29 SEPTEMBER 2013)
28 September
2013 Semifinal Youth Paper Contest di Ruang Asma,
Masjid Alhurriyah
Waktu
|
Kegiatan
|
07.00-07.05
|
Registrasi peserta
|
07.05-07.15
|
Pembukaan oleh MC. Perkenalan
singkat mahasiswa dan juri
|
07.15-09.30
|
Presentasi dan diskusi Semifinal
YPC
|
09.30-09.35
|
Penutupan
|
09.35-09.45
|
Mobilisasi menuju Audit
|
28 September 2013 Share di
Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan
Waktu
|
Kegiatan
|
08.00-08.10
|
Pembukaan (Pembacaan rangkaian acara oleh MC)
|
08.10-08.15
|
Pembacaan Al-Quran
|
08.15-08.20
|
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
|
08.20-08.25
|
Sambutan Ketua Pelaksana (Riki
Laksa Purnama)
|
08.25-08.30
|
Sambutan Presiden Mahasiswa KM IPB 2013 (M.
Sigit Susanto)
|
08.30-08.35
|
Sambutan Rektor IPB/Wakil Rektor/Dosen
|
08.35-10.05
|
AIS (Agriculture
Information Seminar)
Tema : Sikap dan Strategi Kerja Penyuluh
Pembicara : Dr Lukman Effendy, MS
( Dosen STPP Bogor)
Tema : Teknologi Tepat Guna
Pembicara : Dr. Ir. Ernan Rustiadi,
M.Agr (Dekan Fakultas
Pertanian IPB)
Tema : Komunikasi Efektif
Pembicara : Prof. Dr. Anton Apriyantono, MS, Menteri Pertanian 2005-2009
Moderator : Dery Ramdan Pratama (Menteri Pertanian BEM KM IPB 2013)
|
10.05-10.20
|
Hiburan tari
|
10.20-11.15
|
Presentasi 3 besar Finalis Youth Paper
Contest
|
11.15-12.30
|
ISHOMA
|
12.30-14.45
|
FGD
“Mencetak Generasi Penyuluh
Cerdas, Inovatif, dan Peduli Pertanian Indonesia”
Moderator
-
Dr. Prastowo (Wakil Kepala LPPM IPB Bidang Pengabdian Masyarakat)
membahas Sikap dan Strategi Kerja Penyuluh
-
Wawan Darwan,
SP, MM (Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Bogor) membahas Teknologi
Tepat Guna
-
Dedy Kusnadi, SP MSi (Dosen STPP Bogor) membahas Komunikasi
Efektif
|
14.45-15.00
|
Pemaparan hasil FGD
|
15.00-15.10
|
Penutup
|
29 September 2013 Fight and Fun di Desa
Ciaruteun Ilir, Ciampea Bogor
Waktu
|
Kegiatan
|
05.30-06.00
|
Mobilisasi Panitia dan Peserta
|
06.00-08.00
|
Perjalanan ke Desa Ciaruteun Ilir
|
08.00-08.10
|
Pembukaan oleh MC
|
08.10-08.20
|
Sambutan Direktur Bina Desa BEM KM
IPB (Andri J Laksana)
|
08.20-08.30
|
Sambutan Kepala Desa Ciaruteun
(Suparta)
|
08.30-11.45
|
Agriculture Information Socialization (AISoc) bersama penyuluh, petani dan
narasumber
|
11.45-12.30
|
ISHO coffe break
|
12.30-13.45
|
Agrifestival Day (Makan bareng, Games, Sosialisasi Nutrisari)
|
13.45-14.00
|
Pengumuman pemenang Youth Paper
Contest
|
14.00-14.15
|
Apresiasi kepada penyuluh dan
petani
|
14.15-14.25
|
Kesan dan pesan
|
14.25-14.35
|
Penutupan
|
Wednesday, 25 September 2013
Lampiran Finalis YPC
Daftar Nama Peserta Semifinal
Youth
Paper Competition (YPC)
Generasi Nasional Pertanian (GENTA) 2013
Kementerian Pertanian BEM KM IPB
Sub tema Sikap dan
Strategi Kerja Penyuluh
1.
Lailatul
Isnaini, Tri Sulistyo, Nur Lailatun Ni’mah dari Universitas Gadjah Mada,
dengan judul paper “Mewujudkan GENJATAN (Generasi Jago Pertanian) sebagai Upaya
Peningkatan Mutu Pertanian melalui Penyuluhan”
2.
Fachri
Ashari, Endah Prasetyo, Yusri dari Universitas Hasanuddin
dengan judul paper “TEMUTRADISI sebagai Media Penyuluhan dalam Upaya Mendukung
Program Swasembada Daging Nasional”
3.
Aulia
Amanda, Ria Dwi Ashari, Laily Muharani dari Universitas Sriwijaya
dengan judul paper “Kreatifitas Penyuluh Menjadikan Petani Cerdas dan Mandiri”
Sub tema Teknologi
Tepat Guna
1.
Siska Yuliana Sari, dari Universitas Indonesia, dengan judul
paper ”Iradiasi Beras: Solusi Strategis dalam meningkatkan Keamanan dan Ketahanan Pangan Pokok
Indonesia menghadapi ASEAN Competitive Era 2015”
2.
Ramadhan
Ristiawan dan Romza Fauzan Agniy dari Universitas Gadjah Mada,
dengan judul paper “Penentuan Laju Erosi
Pada Lahan Pertanian Di Daerah Aliran Sungai (Das) Gawe Untuk Mengoptimalkan
Hasil Produksi”
3.
Haryati
Istiqomah dan Rizal Eko Kurniawan dari Institut Pertanian Bogor,
dengan judul paper “Onthel : Bunga Jantan
Sukun (Artocarpus altilis)
Sebagai Repelan Alami”
Sub tema Komunikasi
Efektif
1.
Muhammad
Mufli, Achmad Sollahudin Akbar, dan Ulfa Purwaningsih dari Universitas
Brawijaya Malang dengan judul paper “1 Koptan 1 Penyuluh :
Implementasi Konsep PRA (Participatory
Rural Appraisal) berbasis Local
Wisdom dalam Program 1 Koptan 1 Penyuluh guna Mewujudkan Komunikasi Efektif antar Penyuluh dengan
Petani
2.
M.
Nofiar Hadi dari Universitas Lambung Mangkurat,
dengan judul paper “Display Kreatif Berbasis Mind Mapping Sebagai Sarana Komunikasi Efektif”
3.
Taufik
Ismail dan Dita Aviana Dewi dari Universitas Gadjah Mada
dengan judul paper “Approch Social
Breeder “ Inovasi Penyuluhan Berbasis Menthorship Untuk Mewujudkan Peternak
Cemara Berdaun (Cerdas, Mandiri, Sejahtera, Berdayasaing, Dan Unggul)”
Sunday, 22 September 2013
Saturday, 21 September 2013
Congratulation Temen-Teman.. Inilah Hasilnya :)
Congratulation!!
Kepada Sahabat Nasional GENTA atas kesempatannya mencapai tahap Semifinal dalam
perlombaan Youth Paper Competition (YPC) GENTA 2013. Berikut adalah daftar
nama kelompok peserta tersebut :
Sub tema Sikap dan
Strategi Kerja Penyuluh
- Lailatul Isnaini, Tri Sulistyo, Nur Lailatun Ni’mah dari Universitas Gadjah Mada, dengan judul paper “Mewujudkan GENJATAN (Generasi Jago Pertanian) sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pertanian melalui Penyuluhan”
- Fachri Ashari, Endah Prasetyo, Yusri dari Universitas Hasanuddin dengan judul paper “TEMU TRADISI sebagai Media Penyuluhan dalam Upaya Mendukung Program Swasembada Daging Nasional”
- Aulia Amanda, Ria Dwi Ashari, Laily Muharani dari Universitas Sriwijaya dengan judul paper “Kreatifitas Penyuluh Menjadikan Petani Cerdas dan Mandiri”
Sub tema Teknologi
Tepat Guna
1.
Siska
Yuliana Sari, dari Universitas Indonesia,
dengan judul paper ”Iradiasi Beras: Solusi Strategis dalam meningkatkan Keamanan dan Ketahanan Pangan Pokok
Indonesia menghadapi ASEAN Competitive
Era 2015”
2. Ramadhan
Ristiawan dan Romza Fauzan Agniy dari Universitas Gadjah Mada, dengan judul
paper “PENENTUAN LAJU EROSI PADA LAHAN
PERTANIAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) GAWE UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL
PRODUKSI”3. Haryati Istiqomah dan Rizal Eko Kurniawan dari Institut Pertanian Bogor, dengan judul paper “ONTHEL : BUNGA JANTAN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI REPELAN ALAMI”
Sub tema Komunikasi
Efektif
1.
Muhammad Mufli, Achmad Sollahudin Akbar, dan Ulfa Purwaningsih dari Universitas
Brawijaya Malang dengan judul paper “1 Koptan 1 Penyuluh : Implementasi Konsep
PRA (Participatory Rural Appraisal) berbasis Local Wisdom dalam Program 1
Koptan 1 Penyuluh guna Mewujudkan
Komunikasi Efektif antar Penyuluh dengan Petani
2.
M. Nofiar Hadi dari Universitas Lambung Mangkurat, dengan judul paper “DISPLAY
KREATIF BERBASIS MIND MAPPING SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI EFEKTIF”
3.Taufik
Ismail dari Universitas Gadjah Mada dengan judul paper ““APPROCH SOCIAL BREEDER
“ INOVASI PENYULUHAN BERBASIS MENTHORSHIP UNTUK MEWUJUDKAN PETERNAK CEMARA
BERDAUN (CERDAS, MANDIRI,
SEJAHTERA,
BERDAYASAING, DAN UNGGUL)”
Dalam mengikuti
rangkaian kegiatan Youth Paper Competition (YPC) GENTA 2013, diberitahukan bahwa:
1.
Peserta YPC harus mengikuti seluruh
rangkaian acara GENTA 2013 dengan susunan acara dapat klik di sini2. Peserta YPC yang lolos tahap evaluasi berkas, melanjutkan pada tahap presentasi semifinal dan final dengan jadwal tersusun pada lampiran susunan acara. Pada tahap semifinal akan diambil 3 besar untuk melakukan presentasi kembali pada tahap final.
3. Presentasi dibuat dalam format PPT, jumlah slide bebas (untuk presentasi selama 10 menit), tampilan menarik dan jelas dibaca. Apabila ada alat bantu presentasi lainnya, dipersilahkan untuk disertakan
4. Peserta membawa bukti pembayaran asli biaya pendaftaran YPC GENTA 2013
5. Selama peserta YPC berada di Institut Pertanian Bogor, biaya antar jemput terminal Baranangsiang Bogor, biaya penginapan dan konsumsi akan ditanggung oleh panitia
6. Dalam kaitannya dengan acara YPC, peserta dapat menghubungi CP. Siti (085272537525), sedangkan untuk keperluan lainnya dapat menghubungi CP. Welas (085293155333)
Friday, 20 September 2013
Tuesday, 6 August 2013
Strategi Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Karakteristik sasaran yang perlu dipertimbangkan dalam
melakukan penyuluhan yaitu:
-
tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran
- keadaan sosial budaya sasaran
Tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran berkaitan erat dengan
tingkat pengalamannya. Memberikan penyuluhan kepada petani yang
berpengalaman tentu akan berbeda dengan kepada petani yang minim
pengalaman. Untuk menyiasatinya, petani yang memiliki pengalaman lebih
bisa diminta bantuannya untuk memaparkan pengalamannya itu kepada petani
lain.
Contoh: Dalam forum tidak formal misalnya suatu obrolan
di warung kopi yang dikunjungi oleh sekelompok petani, penyuluh bisa memancing
beberapa pertanyaan kepada mereka seputar penggunaan urea tablet di lahan sawah
mereka. Petani yang menggunakan urea tablet akan saling menceritakan
pengalaman serta keberhasilannya, dan mungkin terdengar bahkan direspon
oleh mereka yang belum menggunakan urea tablet. Dalam forum ini terlihat
penyuluh tidak secara langsung menyarankan petani agar mereka mau menggunakan
urea tablet, tetapi biasanya mengarahkan obrolan mereka, sehingga mereka tidak
merasa digurui oleh penyuluh.
Keadaan sosial budaya antara lain bisa dilihat dari
tatacara, kebiasaan dan adat istiadat sasaran. Misalnya di daerah yang
nilai-nilai agama Islamnya masih cukup kuat, sebaiknya penyuluh tidak
menjadwalkan waktu pemutaran film penyuluhan pada hari Jumat karena hal itu
masih dianggap tabu oleh masyarakat.
Sebagian besar petani kurang mempunyai pengetahuan serta
wawasan yang memadai untuk dapat memahami permasalahan mereka, memikirkan
pemecahannya, apalagi memilih pemecahan masalah yang tepat. Penyuluh
dapat membantu petani dengan menghilangkan hambatan kurangnya pengalaman
dan pendidikan, yaitu dengan cara menyediakan informasi dan memberikan
pandangan kepada mereka mengenai masalah yang dihadapi. Contohnya, pada
musim tanam yang lalu, dalam satu hamparan sawah terjadi kegagalan panen
padi. Petani frustasi karena tidak mengerti mengapa panen bisa gagal,
padahal cara penanaman dilakukan sesuai saran/anjuran penyuluh. Penyuluh
membantu petani menelusuri sebab kegagalan panen, ternyata terdeteksi hama baru
yang belum pernah dikenali petani. Di sini, penyuluh tidak langsung
bertindak untuk mengintruksikan pemberantasan hama, akan tetapi terlebih
dahulu menjelaskan atau memberi informasi yang bersifat teknis mengenai hama
tersebut dan menunjukkan cara penanggulangannya.
Kadang-kadang petani kurang memiliki motivasi untuk
mengubah perilakunya karena ada faktor lain yang menjadi hambatan.
Misalnya, petani enggan menggunakan saluran irigasi untuk mengairi sawahnya dan
hanya mengandalkan hujan yang diharapkan akan selalu turun setiap hari.
Alasannya adalah bahwa lokasi sawah yang agak jauh dengan saluran irigasi,
serta menyalahkan petani lain yang tidak mau menyalurkan air ke sawahnya.
Penyuluh bisa memotivasi petani dengan mengemukakan bahwa dengan menggunakan air
irigasi maka sistem pengairan akan mudah diatur sehingga tanaman padi dapat
tercukupi kebutuhan airnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan
kuantitas padi yang ditanam. Sementara itu dikatakan pula bahwa tenaga
yang dibutuhkan untuk menggali saluran air akan lebih ringan apabila hal
tersebut dilakukan bersama-sama dengan petani lain yang berada dalam satu
hamparan. Ada baiknya penyuluh ikut serta dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembuatan saluran air dari irigasi.
Kebutuhan materi penyuluhan biasanya berbeda dari satu
tempat ke tempat lain. Berdasarkan hal ini penyuluh tidak hanya bisa
memperkenalkan inovasi pertanian yang dikembangkan oleh pemerintah, tetapi juga
harus memperhatikan potensi yang terdapat di daerah setempat. Sebagai
contoh, di wilayah Papua akan lebih efektif jika dilakukan penyuluhan mengenai
pengembangan produktivitas sagu dan ubi mengingat komoditas tersebut adalah
bahan pangan utama di daerah itu. Contoh lain misalnya di daerah Garut,
pemberdayaan pupuk buatan dari kotoran kambing bisa dijadikan materi unggulan
dalam program penyuluhan karena di daerah tersebut hampir sebagian besar
penduduknya memelihara kambing.
Adakalanya pesan yang ingin disampaikan terasa �sensitif� dan mungkin akan menimbulkan keresahan petani. Penyuluh harus mampu
mengurangi kekhawatiran petani tersebut dengan cara mengungkapkan pesan dengan
bahasa yang baik. Contohnya penyuluh akan memberitahu petani tentang
bahaya erosi akibat dibiarkannya lahan lama yang tidak ditanami lagi dengan
sekaligus memberitahukan cara-cara penanggulangan bahaya tersebut sebelum
timbul kerusakan yang parah. Contoh lain misalnya petani harus tahu
mengenai bahan kimia tertentu yang akan sangat berbahaya bagi kesehatan, akan
tetapi supaya petani tidak merasa khawatir untuk mempergunakannya, penyuluh
juga menyampaikan komposisi yang benar dalam pemakaian bahan kimia.
Pada akhir tahun 1998 terjadi wabah belalang besar-besaran yang menyerang
tanaman padi di Provinsi Lampung, yang tentu saja sangat meresahkan petani di
daerah tetangganya. Penyuluh mengantisipasi dengan menyarankan pemakaian
pestisida ringan disamping menyampaikan upaya pemerintah menanggulangi hal
tersebut yaitu dengan menampung hasil penangkapan belalang dari masyarakat
untuk dijadikan pakan ternak, sehingga mengurangi kekhawatiran petani akan
penyebaran belalang ke wilayahnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)





