Wednesday, 25 September 2013
Sunday, 22 September 2013
Saturday, 21 September 2013
Congratulation Temen-Teman.. Inilah Hasilnya :)
Congratulation!!
Kepada Sahabat Nasional GENTA atas kesempatannya mencapai tahap Semifinal dalam
perlombaan Youth Paper Competition (YPC) GENTA 2013. Berikut adalah daftar
nama kelompok peserta tersebut :
Sub tema Sikap dan
Strategi Kerja Penyuluh
- Lailatul Isnaini, Tri Sulistyo, Nur Lailatun Ni’mah dari Universitas Gadjah Mada, dengan judul paper “Mewujudkan GENJATAN (Generasi Jago Pertanian) sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pertanian melalui Penyuluhan”
- Fachri Ashari, Endah Prasetyo, Yusri dari Universitas Hasanuddin dengan judul paper “TEMU TRADISI sebagai Media Penyuluhan dalam Upaya Mendukung Program Swasembada Daging Nasional”
- Aulia Amanda, Ria Dwi Ashari, Laily Muharani dari Universitas Sriwijaya dengan judul paper “Kreatifitas Penyuluh Menjadikan Petani Cerdas dan Mandiri”
Sub tema Teknologi
Tepat Guna
1.
Siska
Yuliana Sari, dari Universitas Indonesia,
dengan judul paper ”Iradiasi Beras: Solusi Strategis dalam meningkatkan Keamanan dan Ketahanan Pangan Pokok
Indonesia menghadapi ASEAN Competitive
Era 2015”
2. Ramadhan
Ristiawan dan Romza Fauzan Agniy dari Universitas Gadjah Mada, dengan judul
paper “PENENTUAN LAJU EROSI PADA LAHAN
PERTANIAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) GAWE UNTUK MENGOPTIMALKAN HASIL
PRODUKSI”3. Haryati Istiqomah dan Rizal Eko Kurniawan dari Institut Pertanian Bogor, dengan judul paper “ONTHEL : BUNGA JANTAN SUKUN (Artocarpus altilis) SEBAGAI REPELAN ALAMI”
Sub tema Komunikasi
Efektif
1.
Muhammad Mufli, Achmad Sollahudin Akbar, dan Ulfa Purwaningsih dari Universitas
Brawijaya Malang dengan judul paper “1 Koptan 1 Penyuluh : Implementasi Konsep
PRA (Participatory Rural Appraisal) berbasis Local Wisdom dalam Program 1
Koptan 1 Penyuluh guna Mewujudkan
Komunikasi Efektif antar Penyuluh dengan Petani
2.
M. Nofiar Hadi dari Universitas Lambung Mangkurat, dengan judul paper “DISPLAY
KREATIF BERBASIS MIND MAPPING SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI EFEKTIF”
3.Taufik
Ismail dari Universitas Gadjah Mada dengan judul paper ““APPROCH SOCIAL BREEDER
“ INOVASI PENYULUHAN BERBASIS MENTHORSHIP UNTUK MEWUJUDKAN PETERNAK CEMARA
BERDAUN (CERDAS, MANDIRI,
SEJAHTERA,
BERDAYASAING, DAN UNGGUL)”
Dalam mengikuti
rangkaian kegiatan Youth Paper Competition (YPC) GENTA 2013, diberitahukan bahwa:
1.
Peserta YPC harus mengikuti seluruh
rangkaian acara GENTA 2013 dengan susunan acara dapat klik di sini2. Peserta YPC yang lolos tahap evaluasi berkas, melanjutkan pada tahap presentasi semifinal dan final dengan jadwal tersusun pada lampiran susunan acara. Pada tahap semifinal akan diambil 3 besar untuk melakukan presentasi kembali pada tahap final.
3. Presentasi dibuat dalam format PPT, jumlah slide bebas (untuk presentasi selama 10 menit), tampilan menarik dan jelas dibaca. Apabila ada alat bantu presentasi lainnya, dipersilahkan untuk disertakan
4. Peserta membawa bukti pembayaran asli biaya pendaftaran YPC GENTA 2013
5. Selama peserta YPC berada di Institut Pertanian Bogor, biaya antar jemput terminal Baranangsiang Bogor, biaya penginapan dan konsumsi akan ditanggung oleh panitia
6. Dalam kaitannya dengan acara YPC, peserta dapat menghubungi CP. Siti (085272537525), sedangkan untuk keperluan lainnya dapat menghubungi CP. Welas (085293155333)
Friday, 20 September 2013
Tuesday, 6 August 2013
Strategi Pemilihan Metode Penyuluhan Pertanian
Karakteristik sasaran yang perlu dipertimbangkan dalam
melakukan penyuluhan yaitu:
-
tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran
- keadaan sosial budaya sasaran
Tingkat pengetahuan, keterampilan dan sikap sasaran berkaitan erat dengan
tingkat pengalamannya. Memberikan penyuluhan kepada petani yang
berpengalaman tentu akan berbeda dengan kepada petani yang minim
pengalaman. Untuk menyiasatinya, petani yang memiliki pengalaman lebih
bisa diminta bantuannya untuk memaparkan pengalamannya itu kepada petani
lain.
Contoh: Dalam forum tidak formal misalnya suatu obrolan
di warung kopi yang dikunjungi oleh sekelompok petani, penyuluh bisa memancing
beberapa pertanyaan kepada mereka seputar penggunaan urea tablet di lahan sawah
mereka. Petani yang menggunakan urea tablet akan saling menceritakan
pengalaman serta keberhasilannya, dan mungkin terdengar bahkan direspon
oleh mereka yang belum menggunakan urea tablet. Dalam forum ini terlihat
penyuluh tidak secara langsung menyarankan petani agar mereka mau menggunakan
urea tablet, tetapi biasanya mengarahkan obrolan mereka, sehingga mereka tidak
merasa digurui oleh penyuluh.
Keadaan sosial budaya antara lain bisa dilihat dari
tatacara, kebiasaan dan adat istiadat sasaran. Misalnya di daerah yang
nilai-nilai agama Islamnya masih cukup kuat, sebaiknya penyuluh tidak
menjadwalkan waktu pemutaran film penyuluhan pada hari Jumat karena hal itu
masih dianggap tabu oleh masyarakat.
Sebagian besar petani kurang mempunyai pengetahuan serta
wawasan yang memadai untuk dapat memahami permasalahan mereka, memikirkan
pemecahannya, apalagi memilih pemecahan masalah yang tepat. Penyuluh
dapat membantu petani dengan menghilangkan hambatan kurangnya pengalaman
dan pendidikan, yaitu dengan cara menyediakan informasi dan memberikan
pandangan kepada mereka mengenai masalah yang dihadapi. Contohnya, pada
musim tanam yang lalu, dalam satu hamparan sawah terjadi kegagalan panen
padi. Petani frustasi karena tidak mengerti mengapa panen bisa gagal,
padahal cara penanaman dilakukan sesuai saran/anjuran penyuluh. Penyuluh
membantu petani menelusuri sebab kegagalan panen, ternyata terdeteksi hama baru
yang belum pernah dikenali petani. Di sini, penyuluh tidak langsung
bertindak untuk mengintruksikan pemberantasan hama, akan tetapi terlebih
dahulu menjelaskan atau memberi informasi yang bersifat teknis mengenai hama
tersebut dan menunjukkan cara penanggulangannya.
Kadang-kadang petani kurang memiliki motivasi untuk
mengubah perilakunya karena ada faktor lain yang menjadi hambatan.
Misalnya, petani enggan menggunakan saluran irigasi untuk mengairi sawahnya dan
hanya mengandalkan hujan yang diharapkan akan selalu turun setiap hari.
Alasannya adalah bahwa lokasi sawah yang agak jauh dengan saluran irigasi,
serta menyalahkan petani lain yang tidak mau menyalurkan air ke sawahnya.
Penyuluh bisa memotivasi petani dengan mengemukakan bahwa dengan menggunakan air
irigasi maka sistem pengairan akan mudah diatur sehingga tanaman padi dapat
tercukupi kebutuhan airnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan
kuantitas padi yang ditanam. Sementara itu dikatakan pula bahwa tenaga
yang dibutuhkan untuk menggali saluran air akan lebih ringan apabila hal
tersebut dilakukan bersama-sama dengan petani lain yang berada dalam satu
hamparan. Ada baiknya penyuluh ikut serta dalam perencanaan dan
pelaksanaan pembuatan saluran air dari irigasi.
Kebutuhan materi penyuluhan biasanya berbeda dari satu
tempat ke tempat lain. Berdasarkan hal ini penyuluh tidak hanya bisa
memperkenalkan inovasi pertanian yang dikembangkan oleh pemerintah, tetapi juga
harus memperhatikan potensi yang terdapat di daerah setempat. Sebagai
contoh, di wilayah Papua akan lebih efektif jika dilakukan penyuluhan mengenai
pengembangan produktivitas sagu dan ubi mengingat komoditas tersebut adalah
bahan pangan utama di daerah itu. Contoh lain misalnya di daerah Garut,
pemberdayaan pupuk buatan dari kotoran kambing bisa dijadikan materi unggulan
dalam program penyuluhan karena di daerah tersebut hampir sebagian besar
penduduknya memelihara kambing.
Adakalanya pesan yang ingin disampaikan terasa �sensitif� dan mungkin akan menimbulkan keresahan petani. Penyuluh harus mampu
mengurangi kekhawatiran petani tersebut dengan cara mengungkapkan pesan dengan
bahasa yang baik. Contohnya penyuluh akan memberitahu petani tentang
bahaya erosi akibat dibiarkannya lahan lama yang tidak ditanami lagi dengan
sekaligus memberitahukan cara-cara penanggulangan bahaya tersebut sebelum
timbul kerusakan yang parah. Contoh lain misalnya petani harus tahu
mengenai bahan kimia tertentu yang akan sangat berbahaya bagi kesehatan, akan
tetapi supaya petani tidak merasa khawatir untuk mempergunakannya, penyuluh
juga menyampaikan komposisi yang benar dalam pemakaian bahan kimia.
Pada akhir tahun 1998 terjadi wabah belalang besar-besaran yang menyerang
tanaman padi di Provinsi Lampung, yang tentu saja sangat meresahkan petani di
daerah tetangganya. Penyuluh mengantisipasi dengan menyarankan pemakaian
pestisida ringan disamping menyampaikan upaya pemerintah menanggulangi hal
tersebut yaitu dengan menampung hasil penangkapan belalang dari masyarakat
untuk dijadikan pakan ternak, sehingga mengurangi kekhawatiran petani akan
penyebaran belalang ke wilayahnya.
Sunday, 4 August 2013
Generasi Nasional Pertanian (GENTA) 2013
Generasi
Nasional Pertanian (GENTA) 2013 diselenggarakan melalui tiga rangkaian kegiatan, yaitu Share, Fight, danFun.
1. SHARE
Share merupakan kegiatan berupa diskusi bersama antara narasumber bidang penyuluhan
pertanian, mahasiswa pertanian, penyuluh pertanian daerah Bogor, dan petani
Bogor. Diskusi didasarkan pada asas berbagi ilmu, pengalaman, dan saling bertukar
pendapat hingga dapat merumuskan pemecahan dari berbagai masalah yang ada
terkait dengan penyuluhan pertanian. Share
terbagi ke dalam 3 bentuk kegiatan yang dilaksanakan secara berurutan pada
hari pertama GENTA sebagaiberikut.
Nama Kegiatan
|
Deskripsi
|
Youth Paper
Competition (YPC) |
YPC merupakan lombakarya
tulis ilmiah yang diperuntukkan bagi seluruh mahasiswa perguruan tinggi
se-Indonesia. Keterlibatan mahasiswa secara umum bertujuan untuk mengetahui
berbagai pandangan mahasiswa yang berasal dari disiplin ilmu berbeda terhadap
penyuluhan, dengan harapan dapat menambah referensi solusi efektif. Tema-tema
karya tulis yang ditawarkan kepada mahasiswa adalah komunikasi efektif, teknologi tepat guna, serta sikap dan strategi
kerja penyuluh. Karya tulis dibuat oleh kelompok dengan anggota 1 sampai 3
orang. Karya tulis yang dikirimkan terlebih dahulu dalam bentuk softcopy akan dievaluasi oleh
juri-juri yang merupakan dosen dari kompetensi ilmu (tema). Selanjutnya akan
diambil 9 kelompok (masing-masing tema 3 kelompok) sebagai finalis dan akan
mempresentasikan karya tulisnya pada hari pertama yaitushare. YPC akan dilaksanakan dengan timeline berikut.
15 Juli - 15 September 2013 : Pendaftaran, pengiriman biaya, dan pengiriman berkas via email
20 September 2013 : Pengumuman 9 finalis (di Blog GENTA 2013)
28 September 2013 : Presentasi finalis di IPB, Dramaga, Bogor
Secara umum, harapannya
YPC dapat menjadi sarana menuangkan ide solusi untuk berbagai permasalahan
yang ada berkaitan dengan penyuluhan.
|
Agriculture
Information Seminar (AIS)
|
AIS merupakan seminar yang
diberikan oleh narasumber berkompetensi ilmu pertanian secara mendasar yang
diterapkan dalam better farming. Seminar
akan dilaksanakan sebanyak satu sesi secara panel dari tiga orang narasumber
yang masing-masing tema dan dilanjutkan dengan tanya jawab bersama peserta
yang berasal dari penyuluh, petani, dan mahasiswa. Narasumber
yang akan hadir sebagai pembicara AIS, diantaranya;
1. Ernan
Rustiadi (Dekan Fakultas Pertanian
IPB)
2. Dedy Kusnadi, SP. M. Si (Dosen Sekolah Tinggi
Penyuluhan
Pertanian Bogor)
3. Dr.
Ir. Ninuk Purwaningsih M, Si. (Dosen Sains
Komunikasi
dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB)
Moderator: Dery Ramdan Pratama(Menteri Pertanian BEM KM IPB 2013)
Bahasan dari seminar yang
disampaikan merupakan bekal untuk melaksanakan kegiatan Fight, dengan tujuan agar terlaksana sesuai ilmu yang tepat dan
efektif. AIS dilaksanakan dengan tujuan berbagi ilmu dari narasumber yang
mengerti betul bagaimana dinamika dalam penyuluhan, juga narasumber yang
sangat berpengalaman (bekerja berkaitan erat dengan penyuluhan), dengan
harapan dapat meluaskan pandangan para peserta (penyuluh, petani, dan
mahasiswa), dapat menambah wawasan serta meningkatkan semangat kerja penyuluh.
|
Focus
Group Discussion (FGD)
|
FGD merupakan kegiatan
diskusi secara intensif antara narasumber, penyuluh, petani, dan mahasiswa.
FGD akan dilaksanakan oleh setiap kelompok yang terdiri dari berbagai pihak
tersebut sebanyak 7-10 orang. Studi kasus yang menjadi bahasan dalam setiap
kelompok FGD merupakan tema-tema yang digunakan dalam kegiatan YPC. Adapun tema-tema yang menjadi fokus kajian antara lain;
1. Komunikasi Efektif
2. Teknologi Tepat Guna
3. Sifat dan Strategi Penyuluh
FGD dilaksanakan dengan
tujuan meningkatkan dan memperbaharui komunikasi antar berbagai pihak, serta diharapkan sebagai media dalam merumuskan
solusi efektif bagi permasalahan penyuluhan yang ada.
|
2. FIGHT
Fight
merupakan praktik turun lapang bersama mahasiswa,
penyuluh dan
para petani. Turun lapang dilaksanakan dengan tujuan mengaplikasikan ilmu - ilmu penyuluhan
pertanian secara sinergis, optimal, tepat sasaran dan efektif. Fight dilaksanakan di desa binaan (Ciaruteun
Ilir) BEM KM IPB dengan harapan dapat mengembalikan dan meningkatkan potensi
pertanian yang ada pada desa tersebut. Kegiatan Fightmemiliki rangkaian sebagai berikut.
Nama Kegiatan
|
Deskripsi
|
Agriculture Information Socialization (AISoc)
|
AISoc dalam hal ini
merupakan simulasi dari pelaksanaan penyuluhan, dilaksanakan oleh penyuluh
kepada petani. Penyuluhan dilaksanakan berpedoman pada ilmu yang telah
didapatkan dari kegiatan Share. Hal
yang disampaikan dalam kegiatan penyuluhan ini berkaitan dengan better farming. Penyuluhan
dilaksanakan dengan konsep santai tetapi serius, ditempatkan pada suasana
yang tepat dan nyaman, sehingga menciptakan keharmonisan dan komunikasi yang
baik antara penyuluh dan petani.
|
Better
Farming (BF)
|
BF
merupakan kegiatan turun ke lahan pertanian, sesuai dengan komoditi yang
berpotensi di desa. Kegiatan turun ke lahan diikuti oleh penyuluh, petani,
dan mahasiswa. Kegiatan pengelolaan lahan pertanian dilaksanakan sesuai yang
disampaikan oleh para penyuluh, dengan teknologi yang tepat guna dan efektif.
Dilaksanakannya BF bertujuan agar tercipta semangat bekerja bersama dengan
menerapkan teknik yang tepat.
|
3. FUN
Fun yang merupakan wujud sebuah apresiasi mahasiswa
untuk penyuluh dan petani. Fun menampilkan
pentas karya seni mahasiswa pertanian, dikemas dalam aksi yang menarik, unik,
dan menyenangkan. Kegiatan fun ini diberi nama Agrifestival
Day (AD). AD dilaksanakan dalam
beberapa kegiatan yang menyenangkan, diantaranya yaitu penampilan kreasi seni
dari mahasiswa juga penduduk desa, permainan dan makan besar bersama. Pemberitahuan
pemenang dan pemberian hadiah YPC juga akan diumumkan saat kegiatan ini berlangsung.
AD dilaksanakan sebagai kegiatan penutup dengan harapan dapat memberi kesan
akhir yang baik.
Thursday, 1 August 2013
Budidaya Mentimun
Mentimun biasa dikenal dengan timun (Jawa), bonteng (Sunda), ataucucumber (Inggris), termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Kegunaan mentimun antara lain untuk mentimun segar dan untuk bahan dasar acar.
Tanaman mentimun bisa dibudidayakan pada ketinggian 200-800 m dpl, dengan ketinggian optimal 400 m dpl. Tekstur tanah yang cocok adalah yang berkadar liat rendah dengan pH 6-7. Budidaya mentimun dilakukan antara lain dengan perkecambahan benih, persemaian, pengolahan lahan, penanaman bibit, serta pemupukan.
Selain itu, pemeliharaan menjadi kunci penting dalam pembudidayaan salah satunya pemasangan mulsa yang sebaiknya dilakukan setelah bibit mentimun dipindahkan ke lapangan. Mulsa dapat berupa jerami padi atau mulsa plastik hitam perak.
Pengairan juga sangat diperlukan terutama bila tanaman mentimun ditanam saat musim kemarau. Penyiraman dilakukan secukupnya dan sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Penyiangan gulma dilakukan karena gulma dapat menjadi inang pengganti OPT, selain itu akan menimbulkan persaingan dalam mendapatkan hara bagi tanaman mentimun. Sanitasi dilakukan dengan menghilangkan bagian tanaman atau tanaman yang sakit agar tidak menjadi sumber penularan penyakit.
Pengendalian Organisme Penggganggu Tumbuhan (OPT) tak kalah penting. Beberapa OPT penting pada mentimun antara lain kumbang mentimun dan kumbang totol hitam. Pengendalian OPT yang dapat dilakukan seperti mengambil dan memusnahkan telur, larva, imago hama, juga bagian tanaman maupun tanaman sakit yang dapat menjadi sumber inokulum penyakit. Selain itu pengendalian kimiawi secara selektif menggunakan pestisida yang tepat, juga dengan penggunaan varietas tahan.
Mentimun mudah mengalami kehilangan kandungan air setelah panen sehingga buah menjadi keriput dan tidak tahan lama. Oleh karena itu sebaiknya setelah panen, mentimun disimpan di tempat yang teduh dan terlindung dari sinar matahari secara langsung. Apabila hendak dikemas sebaiknya kemasan diberi lubang agar sirkulasi udara lancar, dan ditempatkan di tempat sejuk.
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)